Janissary, Pasukan elite kebanggaan umat muslim

Diposkan oleh Rie_Philosopher di 20.19

Berhubung saya adalah seorang yang sangat menyukai sejarah, apalagi tentang kemajuaan islam di masa lampau, maka kali ini saya akan mempostingkan mengenai sebuah pasukan elite yang bernama "Janissary".
Sebuah kebanggaan bagi umat muslim sedunia tentunya bila kita mendengarkan kejayaannya di masa dahulu.
Janisari (berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah: ينيچرى (Yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") adalah pasukan infanteri yang dibentuk oleh Sultan Murad I dari Kekalifahan Bani Seljuk pada abad ke-14. Pasukan ini berasal dari bangsa-bangsa Eropa Timur yang wilayahnya berhasil dikuasai oleh Turki. Utsmani Tentara ini dibentuk tak lama setelah Kekaisaran Byzantium kalah oleh Turki Utsmani. Alasan utama pembentukan laskar Janisari adalah karena tentara Turki Utsmani yang ada tidak memadai, terutama karena terdiri dari suku-suku yang kesetiaanya diragukan. Janisari awalnya adalah para tahanan perang (terutama yang asalnya dari Eropa Timur - Balkan) yang diampuni tetapi dengan syarat harus membela Kekaisaran Turki Utsmani.

Sejalan dengan waktu, untuk memastikan kesetiaan kesatuan ini, selanjutnya Sultan punya ide untuk merekrut pasukan Janisari ini dari budak yang masih bocah, sehingga mereka bisa diajari (didoktrin) untuk membela dan mengawal Sultan. Pada masa itu, pasukan Janisari ini adalah pasukan terkuat di dunia. Konon pasukan ini adalah pasukan yg pertama sekali memakai senapan.(yang kemudian ditiru oleh orang Eropa). Saat itu Turki memiliki persediaan mesiu yang cukup banyak (dimana pada saat itu di daerah lain masih langka). Pasukan ini adalah pasukan kedua setelah Mongol yang berhasil menjajah Eropa.

Janisari adalah brigade terpisah dari pasukan reguler Turki yang bertugas mengawal Sultan Dinasti Utsmani (Ottoman Empire). Sedangkan Bani Seljuk adalah Dinasti sebelum Utsmani. Utsman diambil dari pemimpin kabilah Osmani yg mempunyai kekuatan yang besar sewaktu Bani Seljuk masih berkuasa. Waktu Seljuk pecah, kabilah yang dipimpin Osmani menyatukannya kembali dibawah bendera baru. Kekuasaan Turki Utsmani mencapai seluruh wilayah di Balkan dan Eropa Tenggara. Kota Wina dua kali diserang oleh kakuatan Turki Utsmani, tetapi karena seluruh kerajaan di Eropa bersatu untuk membendung dengan kekuatan penuh dan logistik yang memadai, ambisi Turki Utsmani untuk menguasai seluruh Eropa tidak berhasil.

Pakaian khas Janisari adalah sejenis long musket. Ciri khasnya adalah topinya yang memakai tutup kain dari depan ke belakang leher, menyerupai sorban.

Kisah terkenal mengenai kehebatan pasukan ini adalah ketika Byzantine kalah total saat Constantinopel ditaklukan oleh Turki Utsmani yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Al-Fatih, beliau anak dari Sultan Murad II. Saat itu Janisari adalah pasukan yang berperan penting dalam pertempuran tersebut. Yang menarik, pada zaman Sultan Mahmud, Pasukan Janisari termasuk yang ikut bertempur melawan Dracula si Penyula dari Wallachia dekat Transevalnia yang haus darah. Dracula (Vlad Teppes) sempat dikalahkan adiknya sendiri yaitu Radu yang saat itu menjadi pemimpin Janisari untuk menaklukan Dracula. (Dracula artinya anak Dracul atau anak naga karena bapaknya adalah Vlad Dracul yang menjadi anggota Ordo Naga).

Jannisary sendiri dibagi manjadi dua kesatuan, yaitu: infantri dan kavaleri.Selain Janisari, Turki Utsmaniyah juga masih mempunyai kesatuan elite lainnya, yaitu: Tentara Ghulam, Cavalary Sipahi, dan tentunya pasukan Onta.

Selama beberapa abad Janisari bertahan sebagai pasukan elit pengawal Sultan. Karena statusnya itu Janisari, baik secara jumlah dan status berkembang semakin besar. Sekitar abad 19 Janisari dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 karena terjadinya insiden Auspicious, dimana laskar Janisari mencoba melakukan kudeta terhadap kekaisaran Turki Ottoman.

(Sumber : "militerislam.blogspot.com")

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Bagi orang awam tentu tidak tahu menahu tentang jannisari. Tapi tentara Jannisari sungguh bukan tentara ksatria. Karena mereka diambil masih kecil dari orang non muslim (biasanya kristen)dan dididik menjadi tentara yang haus darah. Bagaimana bila anda menjadi tentara jannisari, sementara kakek, nenek dan ayah ibu anda dimusnahkan? Jadi mereka sangat keras, keluarganya pun tidak mereka tahu sama sekali. Mereka ditempa sedemikian keras untuk berperang, membunuh, menghancurkan setiap musuh (non-muslim). Itulah sebabnya, tentara Eropa telah paham betul, sehingga sekejam apapun tentara jannisari dan utsmani, tentara eropa harus lebih kejam terhadap musuh. Akhirnya kekuatan muslim di Eropa kandas.

Rie_Philosopher mengatakan...

infonya sangat berharga bro,
thanks...

Sejarah Indonesia dan Dunia mengatakan...

anonim: kekuatan muslim kandas krn perpecahan di kalangan muslim tersendiri bukan eropanya yg lebih kejam..... mental eropa beda dgn mental islam ... jika dibunuh rajanya maka pasukannya pasti lemas dan menyerah kalah... seandainya turki ustmani di jaman rasulullah atau umar ra. mungkin seluruh eropa akan dikuasai. turki mungkin bakal bersatu dgn fathimiyah(mesir) dan damaskus untuk menggempur eropa serta bangsa afrika utara...

bayu prasetyo mengatakan...

thx bro,.. infonya menarik sekali,..... :D

_fath mengatakan...

janganlah kita menjadi orang yang analogi , yaitu merasa dengan masa lalu.. karena yang kita hadapi sekarang ini adalah masa sekarang bukan masa lalu...
jadikan masa lalu sebagai pendorong untuk kita meraih kembali kejayaan Islam...
Allahu Akbar !!!

Anonim mengatakan...

- Banyak dari jannisary yang menjadi administratur pada pemerintahan Turki Usmani, terutama untuk wilayah darimana si janisari berasal
- Banyak dari orangtua di Balkan yang pada akhirnya mendaftarkan anaknya untuk menjadi janisari agar sang anak mendapat status sosial yang tinggi setelah beberapa tahun menjadi janissari
- Janisari adalah role model kedisiplinan dan latihan militer modern
- Dalam musik militer, musik janisari menjadi inspirasi bagi musik militer di eropa

Anonim mengatakan...

- janisari adalah produk dari kebijakan politik pada masa itu
- komposer-komposer musik klasik ternama menyusun karya musik klasik berdasarkan musik band dari militer turki, khususnya janisari. contoh komposisinya adalah turkish march karangan bethoven dan mozart.

Anonim mengatakan...

Seandainya rasulullah abadi pasti semua org di dunia insyaallah pasti muslim semua

Poskan Komentar

Entri Populer

Pengikut Blog Ini

Statistik Pengunjung Blog

Waktu Saat Ini


ShoutMix chat widget

Links


pYzam Page Pets
FreeFlashToys Page Pets